Berkat beasiswa BRI, anak-anak petani karet di Sekayu bisa mendapatkan gelar sarjana

Firdaus Bazyli Azariel Rampius selalu bangga ketika melihat foto dirinya berpose sambil memegang map diploma yang bertuliskan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Bazyl, panggilan akrabnya, adalah pemuda biasa dari Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Ia merupakan lulusan Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FEB) UGM dengan fokus akuntansi.

Dia bekerja keras untuk mendapatkan gelar sarjana dari salah satu universitas negeri paling bergengsi di negeri ini.

Selain itu, keberhasilan ini merupakan hasil dari pendanaan beasiswa dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).

Bazyl adalah penerima Beasiswa Nusantara Cerdas yang diperuntukan bagi mahasiswa di perguruan tinggi negeri. Terutama bagi mereka yang berasal dari daerah terjauh, terpencil dan perbatasan (3T).

Beasiswa tersebut merupakan hasil kerjasama antara BRI dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta sejumlah perguruan tinggi negeri.

Bazyl mengaku sudah memikirkan beasiswa sejak memulai studinya di UGM pada tahun 2014.

Keadaan ekonomi keluarga yang pas-pasan mendorong keinginan besar ini.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

“Saya anak ketiga dari empat bersaudara. Orang tua saya petani karet di Sekayu,”

kata Bazyl dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (19/7/2021).

Untuk meringankan beban orang tuanya, Bazyl bertekad mendapatkan kesempatan kuliah “gratis” dengan beasiswa. Ia juga menyiapkan berbagai dokumen yang dibutuhkan sebagai persyaratan dan mengajukan permohonan beasiswa dari berbagai institusi termasuk BRI.

Untuk mendapatkan beasiswa, Bazyl harus melalui berbagai tahapan seleksi. Namun, keberuntungan tidak menghampirinya.

Kabar baik baru datang setelah memulai perkuliahan semester II tahun 2015.

Pihak kampus mengumumkan ada 4 mahasiswa penerima dana hibah dari BRI. Bazyl termasuk dalam daftar.

“Akhirnya saya mendaftar, kemudian saya diwawancarai oleh BRI dan alhamdulillah saya lulus,” kata Bazyl.

Ia pun memanfaatkan Beasiswa Nusantara Pintar sebagai modalnya untuk menimba ilmu hingga menjadi sarjana. Ia mengaku bersyukur karena melalui beasiswa ini, BRI telah menanggung seluruh biaya kuliah sejak bergabung dengan UGM.

“Semua biaya kuliah ditanggung oleh BRI, mulai dari biaya kuliah perseorangan (UKT), biaya skripsi, termasuk laptop. SPP semester pertama juga akan diganti oleh BRI, sehingga pembiayaan penuh oleh BRI mulai semester pertama dan seterusnya,” ujarnya.

BRI juga memberikan uang jajan kepada Bazyl untuk biaya hidup selama kuliah di Yogyakarta. Ia menggunakan uang sakunya untuk memenuhi berbagai kebutuhan, seperti membeli makanan dan buku.

Bazyl mengatakan, pembayaran dana beasiswa tidak sulit. Uang saku juga ditransfer tepat waktu setiap bulan.

Lulus dengan predikat cumlaude

Dalam program beasiswa tersebut, Bazyl mendapatkan orang tua asuh yaitu dosen di kampusnya yang ditunjuk oleh BRI. Peran orang tua asuh dalam program beasiswa adalah untuk mengawasi perkembangan akademik siswa.

Berkat pengawasan orang tua angkatnya, sifat cemerlang, dan sikapnya yang gigih, Bazyl lulus tepat waktu. Ia juga meraih predikat cum laude dengan indeks kinerja kumulatif (IPK) 3,70.

Sebagai ucapan terima kasih, Bazyl memutuskan untuk berkontribusi di BRI setelah lulus. Tahun 2019 mengikuti Program Pengembangan Staf (PPS) BRI yaitu program pelatihan manajemen untuk jenjang karir di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sebenarnya, Bazyl tidak harus meniti karir di BRI setelah lulus dengan Beasiswa Nusantara Pintar. Namun, Bazyl melihat pekerjaannya di BRI sebagai panggilannya.

“Saya mengajukan. Ketika menerima beasiswa, tidak ada persyaratan resmi bahwa mereka yang menerima beasiswa harus bekerja di BRI. Saya memiliki kebebasan untuk berkarir di mana saja. Namun, saya pikir BRI sangat membantu kuliah saya.” . Jadi saya mencoba berkontribusi ke BRI,” ujarnya.

Saat mengikuti PPS BRI, ia harus bersaing dengan 2.000 pelamar. Sebagai informasi, BRI hanya menerima 44 pegawai dari program PPS pada tahun 2019.

Bazyl lulus dengan sukses dan ditugaskan ke departemen pengembangan dan strategi perusahaan. Dia memimpin tim penganggaran di kantor pusat BRI Jakarta.

Dengan jalan menuju gelar sarjana dan peluang karir yang ditawarkan, Bazyl berharap BRI terus menyelenggarakan program beasiswa.

Menurutnya, masih banyak anak-anak di tanah air yang membutuhkan bantuan

LIHAT JUGA :

serverharga.com
wikidpr.id
riaumandiri.id
dekranasdadkijakarta.id
finland.or.id
cides.or.id

Rate this post