Definisi Kekerasan Sosial Lengkap

Definisi Kekerasan Sosial Lengkap

Definisi Kekerasan Sosial Lengkap

zte.co.id – Secara umum, kekerasan sosial dapat didefinisikan sebagai tindakan seseorang atau sekelompok orang yang dapat menyebabkan cedera atau kematian atau menyebabkan kerusakan fisik atau harta benda kepada orang lain.

Sementara itu, secara sosiologis, kekerasan dapat terjadi ketika individu atau kelompok yang terlibat dalam interaksi sosial mengabaikan norma-norma dan nilai-nilai sosial yang relevan untuk mencapai tujuan masing-masing dalam masyarakat.

Menurut Soerjono Soekanto, kekerasan adalah penggunaan kekuatan fisik secara paksa terhadap orang atau benda. Sementara kekerasan sosial adalah kekerasan terhadap orang dan harta benda, orang-orang dan barang-barang ini termasuk dalam kategori sosial tertentu.

Berbagai upaya sedang dilakukan di masyarakat untuk memastikan bahwa konflik tidak mengarah pada kekerasan. Oleh karena itu, kita memerlukan kondisi yang berbunyi sebagai berikut.

Setiap kelompok yang bertikai harus menyadari situasi konflik di antara mereka.
Kontrol konflik ini hanya mungkin terjadi jika berbagai kekuatan konflik sosial terorganisir dengan jelas.
Setiap kelompok yang bertentangan harus mengikuti aturan permainan yang disepakati.

Bentuk kekerasan sosial
Bahkan, berbagai bentuk kekerasan dapat dibagi menjadi dua bentuk, langsung dan tidak langsung.

Kekerasan langsung adalah bentuk kekerasan yang langsung terhadap bagian-bagian yang ingin disakiti atau dilukai. Bentuk kekerasan ini biasanya terjadi dalam tindakan pembunuhan, pembunuhan, penganiayaan dan sukarela pemerkosaan.
Kekerasan tidak langsung (indirect indirect) adalah bentuk kekerasan yang seseorang tangani dengan cara melawan orang lain. Bentuk kekerasan ini biasanya terjadi dalam tindakan seperti membatasi, menyangkal atau membatasi hak, intimidasi, pencemaran nama baik dan tindakan lain seseorang.

Dalam konteks tindakan kekerasan sosial yang dilakukan oleh anggota komunitas terhadap anggota masyarakat lainnya, pada dasarnya ada dua jenis agresi

Upaya pertahanan dalam diri manusia, yaitu berikut ini.

Dorongan untuk berperang diprogram secara filogenetik ketika kepentingan biologisnya terancam. Ini untuk menjaga kehidupan individu yang secara biologis adaptif dan hanya muncul ketika ada niat buruk.
Agresi jahat melawan kekejaman, kekerasan dan penghancuran ini adalah sifat manusia di mana agresi tidak diprogram dari sudut pandang filogenetik dan secara biologis tidak mampu, tidak memiliki tujuan dan hanya berasal dari impuls.

Seperti yang sering dilihat tim di media dan di kehidupan nyata, kekerasan adalah bentuk lanjutan dari konflik sosial. Dalam kehidupan sehari-hari, kekerasan sama artinya dengan sengaja membahayakan orang lain. Kekerasan seperti ini juga disebut kekerasan langsung. Kekerasan juga termasuk tindakan seperti membatasi, membatasi atau menyangkal hak-hak seseorang, mengintimidasi, memfitnah dan meneror orang lain. Jenis kekerasan ini juga disebut kekerasan tidak langsung. Untuk lebih memahami kekerasan dalam masyarakat, pertimbangkan artikel berikut, yang membahas tiga teori kekerasan sosial.

Secara umum, kekerasan dapat didefinisikan sebagai tindakan seseorang atau sekelompok orang yang menyebabkan cedera atau kematian atau menyebabkan kerusakan fisik atau harta benda kepada orang lain. Secara sosiologis, bisa ada kekerasan sosial jika norma dan nilai sosial yang valid diakui di komunitas individu atau kelompok. Beberapa ahli telah melihat perlunya penjelasan ilmiah tentang kekerasan dalam masyarakat dan telah memicu teori tentang proses kekerasan sosial di masyarakat.
Teori kekerasan sosial

Kerusuhan antar suporter tim sepakbola harus dipisahkan dari polisi, agar tidak menimbulkan kekerasan yang lebih serius.

1. Teori faktor individu

Perilaku agresif dapat menyebabkan kekerasan. Menurut teori ini, faktor yang menyebabkan kekerasan adalah faktor pribadi dan sosial. Faktor pribadi yang meliputi gangguan mental seperti psikopat, stres, depresi dan pengaruh obat. Sedangkan faktor sosial seperti konflik anggaran, faktor budaya dan media massa.

2. Teori faktor kelompok

Menurut teori ini, individu cenderung membentuk kelompok dengan memprioritaskan identitas mereka berdasarkan ras, agama atau kesetaraan etnis. Identitas kelompok ini, yang biasanya dilakukan ketika seseorang berinteraksi dengan orang lain, dapat menyebabkan bentrokan antara identitas kelompok yang berbeda dan karena itu menjadi kekerasan. Contohnya adalah perjuangan antara penggemar tim sepak bola selama pertandingan stadion. Lebih jauh, kekerasan rasis terhadap orang kulit hitam terjadi di Afrika Selatan dan Amerika Serikat, serta di Indonesia selama kerusuhan Mei 1998 tentang kekerasan terhadap kelompok etnis Cina.

3.Teori dinamika kelompok

Kekerasan dapat disebabkan oleh hilangnya afiliasi kelompok. Ini dapat diartikan sebagai makna bahwa perubahan sosial dalam masyarakat terjadi begitu cepat dan bahwa sistem sosial dan nilai-nilai warganya tidak dapat bereaksi begitu cepat. Contohnya termasuk masuknya perusahaan internasional di Papua, yang membawa berbagai teknologi dan perilaku ke nilai yang berbeda. Akibatnya, komunitas lokal merasa teralienasi dan rasa memiliki menjadi habis yang mengarah ke perlawanan kekuasaan.

Sumber: https://ruangpengetahuan.co.id/

Baca Artikel Lainnya:

Cara Memutihkan Selangkangan Dengan Kapur Sirih

Penyebab Penyakit Mata Hipermetropi Gejala dan Cara Mengobatinya

 

No comments.